You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Indudur
Desa Indudur

Kec. IX Koto Sungai Lasi, Kab. Solok, Provinsi Sumatera Barat

Sejatah Nagari Indudur

NAGARI INDUDUR 11 September 2025 Dibaca 27 Kali
Sejatah Nagari Indudur

Sejarah Nagari

                   Pada zaman Kerajaan Pagaruyung di abad X (sepuluh) Nagari Indudur masih dikatakan sebuah Hutan Rimba Raya dihuni Satu keluarga yang menurut cerita turun temurun dari orang tua-tua dahulunya (warih nan ba jawek, pusako nan di tarimo), orang tua dari arah Lunto datang melalui Padang Awan Indudur lalu menuruni perbatasan bukit (sandiang bukik) Parabek dan Awua Duri. Orang tua tersebut menurut sejarah adalah dua orang saudara kanduang, yang tertua pergi ke Lunto yang muda turun ke Indudur.

                   Dari sejarah dua bersaudara kanduang tersebut asal kata Nagari Indudur yang artinya INDU DUO /Dua Induk (orang tua perempuan). Lama kelamaan dengan waktu berjalan Keluarga tersebut berkembang sehingga terbentuk menjadi lima kaum suku yang terdiri dari :

  1. Suku Kutianyie, terbagi dua :

              - Kutianyie Diateh satu Korong

               - Kutianyie Dibaruah tiga Korong :

                            * Talak Buah

                            * Taruko

                            * Kapalo Gurun

  1. Suku Piliang, satu Korong
  2. Suku Tanjuang, terbagi dua :

              - Tanjuang Satu/Subarang satu Korong

              - Tanjuang Dua/Padang Laweh satu Korong

  1. Suku Melayu, satu Korong
  2. Suku Dalimo, satu Korong

 

                     Kemudian mereka hidup bersuku-suku dan bertempat tinggal berkelompok-kelompok berbaur untuk bercocok tanam/bertani, berladang, berburu dan berkembang menjadi sebuah masyarakat bernagari (desa) dengan adanya Mesjid, Surau/Mushollah, Sungai dan Balai-Balai, Sawah dan Ladang untuk bisa menciptakan sebuah Pemerintahan dan Masyarakat.

                     Sistem Pemerintahan mulai dari Abad ke 18 tepatnya Tahun 1701 Nagari Indudur mulai di datangi para cendekiawan-cendekiawan dari Kerajaan Minang Kabau untuk melengkapi susunan Pemerintahan dalam suku atau disebut Niniak Mamak.

                     Tiap-tiap suku dikepalai oleh seorang Penghulu Suku yang disebut Penghulu Adat yang di bantu oleh :

  • Malin Adat sebagai Wakil Penghulu bidang Agama
  • Manti Adat sebagai Sekretaris disuku
  • Dubalang Adat sebagai Keamanan disuku

Adapun gelaran Niniak Mamak dalam suku adalah sebagai berikut :

 

NO

SUKU

GELARAN

JABATAN

KET

1

Kutianyie

Datuak Rajo Nan Kayo

Pakiah Kayo

Bandaro Sati

Rajo Nan Gadang

Penghulu

Malin

Manti

Dubalang

 

2

Piliang

Datuak Bandaro Kayo

Malin Malelo

Rajo Nan Sati

Mantari Kayo

Penghulu

Malin

Manti

Dubalang

 

3

Tanjuang

Datuak Pado Alam

Malin Sulaiman

Mantari Sutan

Maharajo Dunie

Penghulu

Malin

Manti

Dubalang

 

4

Melayu

Datuak Basa

Malin Panghulu

Majo Basa

Lelo Basa

Penghulu

Malin

Manti

Dubalang

 

5.

Dalimo

Datuak Paduko Alam

Pakiah Bagindo

Sendaro Sutan

Sutan Marajo

Penghulu

Malin

Manti

Dubalang

 

 

Untuk suku Kutianyie dan suku Tanjuang karena terbagi dua di tambah seorang Mamak Rumah dengan gelaran Mangkudun Sati (Kutianyie) dan Dubalang Kayo (Tanjuang). Disamping orang yang Empat Jinih ada Orang Tua Adat namanya Pati Nagari  dengan gelaran Rajo Mangkuto atau di sebut Ayam Gadang Dalam Nagari sebagai Penasehat dan Hakim dari Penghulu Adat ke lima suku yang ada, ini berada pada suku kutianyie tepatnya di Korong kutianyie ateh.

  Sebagai tambahan di bidang Agama atau bajinih :

  • Imam dengan Gelaraan Imam Mudo berada di suku Tanjuang Korong Tanjuang Subarang
  • Khatib dengan gelaran Katik Rajo Alam berada di suku Dalimo
  • Bilal dengan gelaran berada di suku Melayu
  • Khadi/Khali (Penghulu Nikah) berada di suku Tanjuang Korong Tanjuang Padang Laweh
  • Maulana berada di suku Kutianyie Korong Taruko
  • Imam Hari Raya berada di suku Piliang

                     Ayam Gadang Dalam Nagari inilah yang merupakan Aparatur Pemerintahan Nagari setingkat dengan desa waktu itu. Hal ini berlanjut hingga Tahun 1859, artinya sejak tahun1701 s/d 1859 Pemerintahan Nagari dipegang oleh Pati Nagari. Mulai pada tahun 1860 , masa penjajahan Belanda Nagari Indudur menjadi basis dalam menjalani program penjajahan Belanda dengan penunjukkan satu orang untuk mengepalai seluruh penghulu-penghulu tadi yang disebut dengan Angku Lareh.

Pada tahun 1912 Belanda merubah Pemerintahan Nagari dengan sebutan Angku Palo yang berlanjut hingga masa penjajahan Jepang (1945), adapun pimpinan Nagari Indudur dari tahun 1840 sampai sekarang adalah sebagai berikut :

 

PIMPINAN NAGARI INDUDUR

DARI TAHUN 1840 S/D SEKARANG

NO

NAMA/GELAR

TAHUN

JABATAN

KET

1

H A K I M

1840 - 1869

ANGKU PALO

 

2

SAPIRUNA

1869 - 1874

ANGKU PALO

 

3

ALAM CAHYO

1874 - 1884

ANGKU PALO

 

4

JOMPAK

1884 - 1919

ANGKU PALO

 

5

PULAU RANGKAYO SATI

1919 - 1945

ANGKU PALO

 

6

NAZIR BANDARO SATI

1945 - 1951

WALI NAGARI

 

7

NAZAR MANGKUTO SATI

1951 - 1959

WALI NAGARI

 

8

DARWIN RAJO NAN GADANG

1959 - 1962

WALI NAGARI

 

9

HARMAINI PITO SUTAN

1962 - 1968

WALI NAGARI

 

10

RAHIMI MALIN PARMATO

1968 - 1975

WALI NAGARI

 

11

SOFYAN DT BANDARO KAYO

1975 - 1982

WALI NAGARI

 

12

DALWANIS PAKIH MARAJO

1982 - 1990

KEPALA DESA

Nagari menjadi 2 desa

13

IBRAHIM MALIN BUNGSU

1982 - 1990

KEPALA DESA

Nagari menjadi 2 desa

14

IBRAHIM MALIN BUNGSU

1990 -1999

KEPALA DESA

2 desa menjadi 1 desa

15

ZAWANIR SUTAN MUDO

1999 - 2001

KEPALA DESA

 

16

BARLIS IMAM MUDO

2001 - 2007

WALI NAGARI

Desa kembali ke Nagari

17

ZOFRAWANDI RANGKAYO MUDO

2007 - 2013

WALI NAGARI

 

18

ZOFRAWANDI RAJO NAN GADANG

2013 - 2019

WALI NAGARI

 

19

ZOFRAWANDI RAJO NAN GADANG

2019 - SKR

WALI NAGARI

 

 

Data Pokok 

 

Nama Desa/Nagari

Kecamatan

Kabupaten

Provinsi

Nama Kepala Desa/Wali Nagari

Status Desa

Website

:

:

:

:

:

:

:

Indudur

IX Koto Sungai Lasi

S o l o k

Sumatera Barat

Zofrawandi

Desa Berkembang

- http://indudur.slk.desa.id

- https://www.indudur.nagari.online/

 

 

NO

URAIAN

JUMLAH

1.

Luas Nagari

1.400 Ha

2.

Ketinggian Tempat dari Pemukaan laut

532 M

3.

Topografi

- Datar

- Bergelombang

- Bebukit

 

25%

35%

40%

4.

Pengunaan Lahan

- Hutan

- Hutan HKM

- Lahan Produktif

- Lahan Kosong

- Lahan Kritis

- Pekarangan dan Toga

- Sawah Irigasi

- Tadah Hujan

- Pengarairan Nagari

- Lain – Lain

 

270 Ha

243 Ha

350 Ha

  25 Ha

    7 Ha

  28 Ha

  11 Ha

    4 Ha

    2 Ha

 160 Ha

 

Jumlah

1.400 Ha

5.

Jumlah Penduduk

- Laki – laki

- Perempuan

 

370 Orang

398 Orang

 

Jumlah

768  Orang

6.

Jumlah KK

264 KK

Data Kekayaan Fisik

 

  1. Tanah Ulayat di Nagari Indudur seluas 1.400 ha/14 km, tanah tersebut sebagian telah dikelolah oleh masyarakat yang pada umumnya dijadikan sawah dan ladang.

     2.Rimbo Nagari (Hutan) di Nagari Indudur seluas 558                ha/5,5 km sudah mulai dikelolah oleh masyarakat.

     3. Batang Air (Sungai) ada dua, yang satu hulunya dari              Puncak Limau Mani, yang satu lagi dari Puncak Batu.

     4. Mesjid JAMI’ BAITURRAHMAN terletak di tengah                   Nagari Indudur

     5. Mushollah ada tujuh :

  1. Mushollah Al Muhsinin (Korong Talak Buah)
  2. Mushollah Nurul Iman (Korong Kutianyie Diateh)
  3. Mushollah Nurul Fallah (Korong Taruko)
  4. Mushollah Nurul Huda (Korong Tanjuang Padang Laweh)
  5. Mushollah Baitul Amal Korong Tanjuang Subarang)
  6. Mushollah Nurul Ikhwan (Korong Piliang)
  7. Mushollah Nurul Yaqin (Korong Dalimo)

      6. Balai Kerapatan Adat Nagari (KAN) tempat musyawarah Niniak Mamak dalam mengambil kebijakan dan membuat peraturan-peraturan adat dalam nagari.

      7. Bukit yang berada di Nagari Indudur :

        - Bukit Parabek

        - Bukit Awua Baduri

        - Bukit Batu Karak

        - Bukit Buah Palam

        - Bukit Kayu Kaciak

        - Bukit Baliang-Baliang

        - Bukit Puncak Batu

        - Bukit Batu Kambiang

       - Bukit Guguak Rumpang

       - Bukit Naku

Kesepuluh bukit tersebut tanah ulayat yang telah di manfaatkan oleh masyarakat Nagari Indudur sebagai areal perladangan.

        8. Pandan Perkuburan/Tempat Pemakaman :

         - Pekuburan Padang Laweh untuk Korong Talak Buah,             Taruko dan Tanjuang Padang Laweh

         - Pekuburan Jirek untuk Korong Melayu dan Tanjuang                Subarang

         - Pekuburan Rageh untuk Korong Kutianyie Diateh dan              Korong Dalimo

          - Pekuburan Piliang untuk Korong Piliang

 

            Data kekayaan non fisik adalah seputar tempat proses pendidikan, adat dan kesenian tradisional serta alat-alat kesenian. Kelengkapan sarana umum di Nagari Indudur adalah fasilitas yang di sediakan oleh Pemerintah Nagari untuk keperluan masyarakat seperti :

 

  • Polindes/Poskesdes
  • Rumah Sekolah
  • Jalan Raya
  • Kantor Wali Nagari
  • Gedung Bumnag
  • Depot Air Bumnag
  • Gedung Serbaguna/PAUD
  • Jalan Raya
  • Jembatan
  • Dan sarana lainnya

 

      9. Iklim

              Curah hujan rata-rata 2.000 mm pertahun, kelembaban rata-rata 1.000 mm dengan temperature 20 oC s/d 28 oC.

     10. Batas Nagari

            Nagari Indudur merupakan salah satu dari Sembilan Nagari Kecamatan IX Koto Sungai Lasi dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Lumindai Kecamatan Barangin Kotamadya Sawahlunto
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Nagari Pianggu
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Pianggu
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Nagari Koto Laweh