Sejarah Nagari
Pada zaman Kerajaan Pagaruyung di abad X (sepuluh) Nagari Indudur masih dikatakan sebuah Hutan Rimba Raya dihuni Satu keluarga yang menurut cerita turun temurun dari orang tua-tua dahulunya (warih nan ba jawek, pusako nan di tarimo), orang tua dari arah Lunto datang melalui Padang Awan Indudur lalu menuruni perbatasan bukit (sandiang bukik) Parabek dan Awua Duri. Orang tua tersebut menurut sejarah adalah dua orang saudara kanduang, yang tertua pergi ke Lunto yang muda turun ke Indudur.
Dari sejarah dua bersaudara kanduang tersebut asal kata Nagari Indudur yang artinya INDU DUO /Dua Induk (orang tua perempuan). Lama kelamaan dengan waktu berjalan Keluarga tersebut berkembang sehingga terbentuk menjadi lima kaum suku yang terdiri dari :
- Suku Kutianyie, terbagi dua :
- Kutianyie Diateh satu Korong
- Kutianyie Dibaruah tiga Korong :
* Talak Buah
* Taruko
* Kapalo Gurun
- Suku Piliang, satu Korong
- Suku Tanjuang, terbagi dua :
- Tanjuang Satu/Subarang satu Korong
- Tanjuang Dua/Padang Laweh satu Korong
- Suku Melayu, satu Korong
- Suku Dalimo, satu Korong
Kemudian mereka hidup bersuku-suku dan bertempat tinggal berkelompok-kelompok berbaur untuk bercocok tanam/bertani, berladang, berburu dan berkembang menjadi sebuah masyarakat bernagari (desa) dengan adanya Mesjid, Surau/Mushollah, Sungai dan Balai-Balai, Sawah dan Ladang untuk bisa menciptakan sebuah Pemerintahan dan Masyarakat.
Sistem Pemerintahan mulai dari Abad ke 18 tepatnya Tahun 1701 Nagari Indudur mulai di datangi para cendekiawan-cendekiawan dari Kerajaan Minang Kabau untuk melengkapi susunan Pemerintahan dalam suku atau disebut Niniak Mamak.
Tiap-tiap suku dikepalai oleh seorang Penghulu Suku yang disebut Penghulu Adat yang di bantu oleh :
- Malin Adat sebagai Wakil Penghulu bidang Agama
- Manti Adat sebagai Sekretaris disuku
- Dubalang Adat sebagai Keamanan disuku
Adapun gelaran Niniak Mamak dalam suku adalah sebagai berikut :
|
NO |
SUKU |
GELARAN |
JABATAN |
KET |
|
1 |
Kutianyie |
Datuak Rajo Nan Kayo Pakiah Kayo Bandaro Sati Rajo Nan Gadang |
Penghulu Malin Manti Dubalang |
|
|
2 |
Piliang |
Datuak Bandaro Kayo Malin Malelo Rajo Nan Sati Mantari Kayo |
Penghulu Malin Manti Dubalang |
|
|
3 |
Tanjuang |
Datuak Pado Alam Malin Sulaiman Mantari Sutan Maharajo Dunie |
Penghulu Malin Manti Dubalang |
|
|
4 |
Melayu |
Datuak Basa Malin Panghulu Majo Basa Lelo Basa |
Penghulu Malin Manti Dubalang |
|
|
5. |
Dalimo |
Datuak Paduko Alam Pakiah Bagindo Sendaro Sutan Sutan Marajo |
Penghulu Malin Manti Dubalang |
|
Untuk suku Kutianyie dan suku Tanjuang karena terbagi dua di tambah seorang Mamak Rumah dengan gelaran Mangkudun Sati (Kutianyie) dan Dubalang Kayo (Tanjuang). Disamping orang yang Empat Jinih ada Orang Tua Adat namanya Pati Nagari dengan gelaran Rajo Mangkuto atau di sebut Ayam Gadang Dalam Nagari sebagai Penasehat dan Hakim dari Penghulu Adat ke lima suku yang ada, ini berada pada suku kutianyie tepatnya di Korong kutianyie ateh.
Sebagai tambahan di bidang Agama atau bajinih :
- Imam dengan Gelaraan Imam Mudo berada di suku Tanjuang Korong Tanjuang Subarang
- Khatib dengan gelaran Katik Rajo Alam berada di suku Dalimo
- Bilal dengan gelaran berada di suku Melayu
- Khadi/Khali (Penghulu Nikah) berada di suku Tanjuang Korong Tanjuang Padang Laweh
- Maulana berada di suku Kutianyie Korong Taruko
- Imam Hari Raya berada di suku Piliang
Ayam Gadang Dalam Nagari inilah yang merupakan Aparatur Pemerintahan Nagari setingkat dengan desa waktu itu. Hal ini berlanjut hingga Tahun 1859, artinya sejak tahun1701 s/d 1859 Pemerintahan Nagari dipegang oleh Pati Nagari. Mulai pada tahun 1860 , masa penjajahan Belanda Nagari Indudur menjadi basis dalam menjalani program penjajahan Belanda dengan penunjukkan satu orang untuk mengepalai seluruh penghulu-penghulu tadi yang disebut dengan Angku Lareh.
Pada tahun 1912 Belanda merubah Pemerintahan Nagari dengan sebutan Angku Palo yang berlanjut hingga masa penjajahan Jepang (1945), adapun pimpinan Nagari Indudur dari tahun 1840 sampai sekarang adalah sebagai berikut :
PIMPINAN NAGARI INDUDUR
DARI TAHUN 1840 S/D SEKARANG
|
NO |
NAMA/GELAR |
TAHUN |
JABATAN |
KET |
|
1 |
H A K I M |
1840 - 1869 |
ANGKU PALO |
|
|
2 |
SAPIRUNA |
1869 - 1874 |
ANGKU PALO |
|
|
3 |
ALAM CAHYO |
1874 - 1884 |
ANGKU PALO |
|
|
4 |
JOMPAK |
1884 - 1919 |
ANGKU PALO |
|
|
5 |
PULAU RANGKAYO SATI |
1919 - 1945 |
ANGKU PALO |
|
|
6 |
NAZIR BANDARO SATI |
1945 - 1951 |
WALI NAGARI |
|
|
7 |
NAZAR MANGKUTO SATI |
1951 - 1959 |
WALI NAGARI |
|
|
8 |
DARWIN RAJO NAN GADANG |
1959 - 1962 |
WALI NAGARI |
|
|
9 |
HARMAINI PITO SUTAN |
1962 - 1968 |
WALI NAGARI |
|
|
10 |
RAHIMI MALIN PARMATO |
1968 - 1975 |
WALI NAGARI |
|
|
11 |
SOFYAN DT BANDARO KAYO |
1975 - 1982 |
WALI NAGARI |
|
|
12 |
DALWANIS PAKIH MARAJO |
1982 - 1990 |
KEPALA DESA |
Nagari menjadi 2 desa |
|
13 |
IBRAHIM MALIN BUNGSU |
1982 - 1990 |
KEPALA DESA |
Nagari menjadi 2 desa |
|
14 |
IBRAHIM MALIN BUNGSU |
1990 -1999 |
KEPALA DESA |
2 desa menjadi 1 desa |
|
15 |
ZAWANIR SUTAN MUDO |
1999 - 2001 |
KEPALA DESA |
|
|
16 |
BARLIS IMAM MUDO |
2001 - 2007 |
WALI NAGARI |
Desa kembali ke Nagari |
|
17 |
ZOFRAWANDI RANGKAYO MUDO |
2007 - 2013 |
WALI NAGARI |
|
|
18 |
ZOFRAWANDI RAJO NAN GADANG |
2013 - 2019 |
WALI NAGARI |
|
|
19 |
ZOFRAWANDI RAJO NAN GADANG |
2019 - SKR |
WALI NAGARI |
Data Pokok
|
Nama Desa/Nagari Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama Kepala Desa/Wali Nagari Status Desa Website |
: : : : : : : |
Indudur IX Koto Sungai Lasi S o l o k Sumatera Barat Zofrawandi Desa Berkembang - http://indudur.slk.desa.id - https://www.indudur.nagari.online/ |
|
NO |
URAIAN |
JUMLAH |
|
1. |
Luas Nagari |
1.400 Ha |
|
2. |
Ketinggian Tempat dari Pemukaan laut |
532 M |
|
3. |
Topografi - Datar - Bergelombang - Bebukit |
25% 35% 40% |
|
4. |
Pengunaan Lahan - Hutan - Hutan HKM - Lahan Produktif - Lahan Kosong - Lahan Kritis - Pekarangan dan Toga - Sawah Irigasi - Tadah Hujan - Pengarairan Nagari - Lain – Lain |
270 Ha 243 Ha 350 Ha 25 Ha 7 Ha 28 Ha 11 Ha 4 Ha 2 Ha 160 Ha |
|
|
Jumlah |
1.400 Ha |
|
5. |
Jumlah Penduduk - Laki – laki - Perempuan |
370 Orang 398 Orang |
|
|
Jumlah |
768 Orang |
|
6. |
Jumlah KK |
264 KK |
Data Kekayaan Fisik
- Tanah Ulayat di Nagari Indudur seluas 1.400 ha/14 km, tanah tersebut sebagian telah dikelolah oleh masyarakat yang pada umumnya dijadikan sawah dan ladang.
2.Rimbo Nagari (Hutan) di Nagari Indudur seluas 558 ha/5,5 km sudah mulai dikelolah oleh masyarakat.
3. Batang Air (Sungai) ada dua, yang satu hulunya dari Puncak Limau Mani, yang satu lagi dari Puncak Batu.
4. Mesjid JAMI’ BAITURRAHMAN terletak di tengah Nagari Indudur
5. Mushollah ada tujuh :
- Mushollah Al Muhsinin (Korong Talak Buah)
- Mushollah Nurul Iman (Korong Kutianyie Diateh)
- Mushollah Nurul Fallah (Korong Taruko)
- Mushollah Nurul Huda (Korong Tanjuang Padang Laweh)
- Mushollah Baitul Amal Korong Tanjuang Subarang)
- Mushollah Nurul Ikhwan (Korong Piliang)
- Mushollah Nurul Yaqin (Korong Dalimo)
6. Balai Kerapatan Adat Nagari (KAN) tempat musyawarah Niniak Mamak dalam mengambil kebijakan dan membuat peraturan-peraturan adat dalam nagari.
7. Bukit yang berada di Nagari Indudur :
- Bukit Parabek
- Bukit Awua Baduri
- Bukit Batu Karak
- Bukit Buah Palam
- Bukit Kayu Kaciak
- Bukit Baliang-Baliang
- Bukit Puncak Batu
- Bukit Batu Kambiang
- Bukit Guguak Rumpang
- Bukit Naku
Kesepuluh bukit tersebut tanah ulayat yang telah di manfaatkan oleh masyarakat Nagari Indudur sebagai areal perladangan.
8. Pandan Perkuburan/Tempat Pemakaman :
- Pekuburan Padang Laweh untuk Korong Talak Buah, Taruko dan Tanjuang Padang Laweh
- Pekuburan Jirek untuk Korong Melayu dan Tanjuang Subarang
- Pekuburan Rageh untuk Korong Kutianyie Diateh dan Korong Dalimo
- Pekuburan Piliang untuk Korong Piliang
Data kekayaan non fisik adalah seputar tempat proses pendidikan, adat dan kesenian tradisional serta alat-alat kesenian. Kelengkapan sarana umum di Nagari Indudur adalah fasilitas yang di sediakan oleh Pemerintah Nagari untuk keperluan masyarakat seperti :
- Polindes/Poskesdes
- Rumah Sekolah
- Jalan Raya
- Kantor Wali Nagari
- Gedung Bumnag
- Depot Air Bumnag
- Gedung Serbaguna/PAUD
- Jalan Raya
- Jembatan
- Dan sarana lainnya
9. Iklim
Curah hujan rata-rata 2.000 mm pertahun, kelembaban rata-rata 1.000 mm dengan temperature 20 oC s/d 28 oC.
10. Batas Nagari
Nagari Indudur merupakan salah satu dari Sembilan Nagari Kecamatan IX Koto Sungai Lasi dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Lumindai Kecamatan Barangin Kotamadya Sawahlunto
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Nagari Pianggu
- Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Pianggu
- Sebelah Barat berbatasan dengan Nagari Koto Laweh