Sejarah Desa

Dahulu kala sewaktu Nagari Indudur masih Rimba Raya, datanglah seorang Tua dari arah LUNTO dengan melalui PADANG AWAN Indudur lalu menuruni Sandieng Bukik PARABEK  dan Aur Duri. Menurut Sejarah yang diterima atau yang didapat dari Orang tua orang Tua secara turun temurun bahwa orang  tersebut beliau bersaudara 2 orang  yang satu turun ke LUNTO dan yang satu lagi turung ke Indudur.

Maka dari itu Nagari Indudur ini asal kata adalah INDUDUO JADI DEK lama Kalamaan beliau tinggal di Nagari maka keturunan itu yang berkembang di Nagari Indudur sehingga terbentuk KORONG JO SUKU  sebanyak 5 Suku yaitu :

1.    Suku Kutianyie ( Caniago )
2.    Suku Piliang
3.    Suku Tanjung
4.    Suku Melayu  
5.    Suku Dalimo

 

            Setelah merka hidup bersuku – suku dan bertempat tinggal berkelompok – kelompok dalam Nagari Indudur akhirnya selalu berkenalan akibat sama – sama senasib. Mereka telah belajar bercocok Tanam,berburu dan telah tumbuh Niat untuk berketurunan Justru itu mereka telah ingin bermasyarakat yang lebih luas. Dengan Musyawarah yang didorong oleh keinginan Masyarakat untuk mencapai Niat Masing – masing mereka,maka terjadi suatu tempat berkumpul,diantara tempat tinggal mereka.

Mereka telah mulai berketurunan dan telah memerlukan tempt tinggal ( Rumah ). Lama – lama Kelamaan bekembang mereka ditengah – tengah Nagari Indudur sekarang.

Sistim Pemerintahan mulai dari Abad ke – 17 tepatnya Tahun 1701 Nagari Indudur mulai didatangi oleh Cendikiawan – cendikiawan dari Kerajaan Minang Kabau untuk melengkapi susunan Pemerintahan dalam Suku.

Tiap – tiap Suku dikepalai oleh seorang Penghulu Suku yang disebut Penghulu Adat di bantu Oleh :

Ø  Manti Adat Sebagai Sekretaris Suku

Ø  Malin Adat Sebagai Wakil Penghulu dibidang Agama

Ø  Dubalang Adat sebagai Pembantu Penghulu dibidang Agama

 

Disamping orang yang Empat Jinih ini Juga ditanam satu orang yang disebut Orang Tuo Adat ( Pati ) yang merupakan Penasehatan dari orang yang lima Penghulu Suku Orang ini disebut AYAM GADANG DALAM NAGARI.

 

AYAM NAGARI inilah yang merupakan aparatur Pemerintahan Nagari waktu itu. Hal ini berlanjut sampai Tahun 1859 jelasnya Tahun 1701 s/d 1859 Pemerintah Nagari dipegang oleh

Mulai Tahun 1960 Nagari Indudur mulai dijajah oleh Pemerintahan Belanda untuk menjadi tepatan mereka dalam menjalankan Program Penjajahan Belanda Mereka menunjuk satu orang  yang akan mengepalai seluruh Penghulu – penghulu Suku tadi yang disebut dengan LAREH

Dengan Perubahan Sistim Pemerintahan oleh Belanda Mulai Tahun 1912 Nagari Indudur dipemerintah oleh Kepala Nagari disebut ANGKU PALO. Hal ini berlanjut pula sampai akhir Penjajahan Jepang Tahun 1945.

         

IKLIM

Curah hujan Rata – rata 2.000 mm Pertahun.Kelembaban  rata – rata 1.000 mm dengan temperature 20֠  C s/d 28֠ C derajat celcius arah angin dari Barat ke Timur dan dari Selatan ke Utara kecepatan angin sedang.

 

DATA KEKAYAAN FISIK

a.       Tanah Ulayat di Nagari Indudur terdapat seluas 1.400 Ha/14 Km,tanah tersebut pada umumnya telah menjadi milik suku/kaum dalam Nagari,dengan bentuk pemanfaat areal Sawah ,areal Ladang,areal Pekarangan dan lain – lain.

b.      Rimbo Nagari Indudur memiliki Luas 700 Ha Rimbo tersebut sebagian kecil sudah digarap sebagai Areal Peladangan dan Tanah Cadangan.

c.       Batang Air di Nagari Indudur ada 2 ( dua ) buah yaitunya Sungai dari Puncak Batu dan Sungai dari Puncak Limau Manih.

d.      Kolam/Tabek di Nagari Indudur merupakan milik pribadi sebanyak ± 50 buah yang dimanfaatkan  untuk Budidaya Ikan.

e.       Bandar Air di Nagari Indudur terdapat ± 10 buah yaitu Bandar Batu Lundang,Bandar Fanta,Bandar Batu Sirah,Bandar Palo Banda Gadang,Bandar Sawah Tangah,Bandar Sariak,Bandar Sawah Jambak,Bandar Sawah Panjang,Bandar Sawah Gadang Hilie,Bandar Batu Ampa,Bandar Lubuak Kudo,Bandar Sawah Lompong,Bandar Kuok.

f.       Bukit di Nagari Indudur terdapat yairtu ± 10 buah yaitu Bukit Parabek,Bukit aur Duri,Bukit Batu Karak,Bukit Buah Palam,Bukit Kayu Kaciek,Bukit Baliang – Baliang,Bukit Puncak Batu,Bukit Batu Kambiang,Bukit Naku,Bukit Guguk Rumpang.

          Bukit tersebut Tanah Ulayat yang telah di mamfaatkan sebagai Areal Peladangan

g.      Mesjid di Nagari Indudur ada 1 ( satu ) buah yaitu MESJID JAMI’ BAITURRAHMAN

h.      Surau di Nagari Indudur ada 7 ( Tujuh ) buah yaitu :

·         Surau Nurul Iman

·         Surau Almukhsinin

·         Surau Nurul Fallah

·         Surau Nurul Yaqin

·         Surau Nurul Ikhwan

·         Suarau Nurul Huda

·         Surau Lembang

i.        Balai Adat Nagari Indudur memiliki 1 ( satu ) buah yang dimanfaatkan sebagai tempat Musyawarah dalam mengambil kebijakan dan Peraturan – peraturan Adat dalam Nagari.
j.        Pandan Pakuburan di Nagari Indudur dimiliki oleh beberapa Kaum Adat – adat dalam Suku Caniago di Rage,Korong Talak Buah di Padang Laweh,Suku Malayu di Jirek,Suku Tanjung di Padang Laweh,Suku Dalimo di Rage,Suku Piliang di Piliang,Korong Taruko di Padang Laweh.

                 Data Kekayaan Non Fisik adalah seputar temapat Proses Pendidikan,Adat dan Kesenian Tradisional serta alat – alat kesenian.

                 Kelengkapan Saran Umum di Nagari adalah merupakan Fasilitas yang sediakan oleh Pemerintah untuk keperluan Masyarakat seperti :

Ø  PUSKESMAS

Ø  JALAN RAYA

Ø  RUMAH SEKOLAH

Ø  SARANA LAINNYA